Kamis, 30 Agustus 2012

Keledai Hendak Menjadi Kuda


Pribahasa
keledai hendak menjadi kuda
orang bodoh yang mengaku pintar

Jadi begini..
Waktu itu ketika memasuki ruang santai, mama tampak sedang asik menyetrika pakaian yg sering digadang-gadangkannya setinggi gunung singgalang jo marapi, majas hiperbola mama sungguh luar biasa. Didepannya ada televisi yang sedang menyala dengan acara infotaiment kesukaannya (sebetulnya ini bisa dibilang sebagai acara menggosip biasa gak ada entertaimentnya sama sekali, ah sudahlah kita kembali ke pokok pembicaraan dari pada ikut-ikutan ngegosip?)
tlilutlilut tlililittlililit jedurjeduer pletak piar,
zona berbahaya zona berbahaya...
diulangi, anda memasuki zona berbahaya...
siaga satu siaga satu...
suara alarem dalam otakku..
ah ini bukan saat yg tepat untuk nonton televisi, jika mendekat ke daerah rawan tersebut, dapat di pastikan aku akan kebagian strikaan mama yang, yaa.. kau tau lah apa sebutannya...
baru hendak memalingkan tubuh, suara itupun terdengar.
nefo.., kebetulan sekali, sini deh, ini sudah mama siapkan pakaian2 punya nefo, nefo strika sendiri ya..!
mama mau istirahat dulu sambil nonton, seraya beranjak dari tempat duduknya. tadi mama udah nyetrika kembarannya gunung singgalang sama marapi, capek mamah, lagian ini artis faforit mama lagi digosipin sembari menyenderkan tubuhnya di  atas sofa.
mama nyrocos dengan kecepatan penuh.
tapi ma.. masak cwo nyetrika.. sanggahku.
eeh, besok kalo istrimu melahirkan dan kalian merantau jauh dari keluarga siapa yg nyetrikain?
masih dengan kecepatan penuh, tapi dengan nada yg sedikit tinggi..
akupun luluh, padahal kalau dalam hati, aku masih punya jawaban, yaa sewa tukang setrika lah maa..
tapi ya mau bagai mana lagi, namanya juga mama sendiri, tak jarang mama juga memakai alasan yg sama untuk hal-hal lain, seperti mencuci pakaian, piring, nyapu rumah, dan lain-lain, (kasiannya diriku) setelah ku pikir-pikir itu ada benarnya juga, dan lagi kasian mama, dia harus mengurus papa, aku dan ketiga adikku, gak ada pembantu atau anak perempuan yg bisa nolongin.
akupun mengumpulkan tekad dan semangat sembari menyingsingkan lengan baju, untuk memulai menyetrika (ya Alloh gak segitunya juga kaleeek, cuman nyetrika oi.. gak lebih, gak kurang)
sedang asik menyetrika (asik disini hanya pemanis belaka) datanglah adekku yg paling kecil mendekat pada mama kemudian duduk disebelahnya, membawa buku kumpulan pribahasa pantun dan puisi, aku tercengang, memang meski dia masih kelas satu SD tapi dia sudah lancar membaca dan menulis dan saat di TK guru-gurunya mengatakan dia anak yg sangat pintar, tapi tetap saja buku yg dibacanya itu kumpulan pribahasa pantun dan puisi, apakah itu tidak berlebihan untuk anak seusia dia pikirku, aah mana tau dia mau menjadi pujangga seperti abangnya ini, senyum dibibirku terkembang, sudah berapa banyak wanita yang klepek-klepek saat membaca puisi buatanku, pikirku bangga sembari menghitung (dan ternyatah tidak adah pemirsah, buktinya masi ngejomlo..) berbinar2 mataku menatap adik kecilku yang tengah serius membaca.tiba-tiba dia bertanya
apa iya mah..!!
keledai itu mau menjadi kuda.?
senyumku sirna..gelak tawa yg tersisa..!

7 agustus 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar